Showing posts with label Chapter 1 : Cooking. Show all posts
Showing posts with label Chapter 1 : Cooking. Show all posts

Tuesday, October 18, 2016

VARIASI MENU SEHAT PRAKTIS UNTUK ANAK BALITA 1

Oleh : Resna Natamihardja

     Melanjutkan cerita tentang pengalaman membuat makanan bayi sendiri saya ingin bercerita tentang pengalaman menyajikan menu balita.  Kendati putri saya sekarang sudah berusia lima tahun, tapi makanan - makanan ini masih sering saya buatkan untuknya dan dia pun masih suka.  Menu harian dengan komposisi karbohidrat, protein , sayur, buah dan susu bisa membantu menjaga kesehatan dan stamina putri saya.  Dan jika komposisi ini ada yang terlewat satu jenis saja (terutama sayur dan buah) putri saya jadi mudah terserang sakit seperti flu.

     Untuk karbohidratnya, untungnya putri saya 'Indonesia Banget', dia terbiasa dengan nasi.  Untuk buahnya, saya biasa menyiapkan setidaknya dua jenis buah untuk seminggu.  Setiap minggu berganti jenis buah, apa saja tak harus mahal, kadang pepaya dengan pisang, bisa juga melon dengan pir atau buah naga dengan jeruk.  Sedangkan sayur dan protein, dengan alasan kepraktisan, saya sajikan dengan dalam satu jenis masakan.  Dan inilah contoh menu seminggu untuk Balita yang biasa saya buat di rumah.  Mudah - mudahan bisa memberi inspirasi variasi menu balita bagi ibu - ibu yang sedang mencari ide untuk menyajikan menu variatif untuk balitanya.

1.  TUMIS LABU DENGAN AYAM

Bahan :
1/2 buah labu ukuran besar
100 gram fillet ayam
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
1 ruas jari jahe
garam
gula
2 sendok makan minyak untuk menumis
1 cangkir air

Cara membuat :
1.  Iris labu berbentuk persegi panjang kecil (ukuran mudah disuapkan untuk anak), cincang kasar fillet ayam, bawang merah dan bawang putih dan cincang halus, jahe dikupas dan digeprek.
2.  Panaskan minyak tumis bawang merah dan bawang putih, masukkan ayam cincang, jahe, garam dan gula, tuang air, biarkan hingga empuk, masukkan labu siam.  
3.  Cicipi rasanya dan sempurnakan garam dan gulanya, masak hingga semua bahan matang sempurna.

2.  SAYUR TAUGE TAHU DENGAN DAGING SAPI

Bahan : 
50 gram tauge
2 buah tahu
100 gram daging sapi
2 siung bawang putih
2 butir bawang merah
2 batang seledri
1 ruas jari jahe
garam
gula
1 liter air

Cara membuat :
1.  Tahu dipotong kotak dan goreng, bawang merah dan bawang putih iris tipis dan goreng, seledri iris sedang, jahe kupas dan geprek.
2.  Rebus air dan masukkan daging sapi, jahe, garam dan gula sampai daging sapi matang kemudian potong kotak, masukkan kembali bersama tahu, tauge, bawang putih dan bawang merah goreng dan seledri.
3.  Cicipi rasanya dan sempurnakan garam dan gulanya, masak sampai semua bahan matang sempurna.

3.  TUMIS TAUGE WORTEL DAN TELUR BEBEK

Bahan :
50 gram tauge
1 batang wortel
2 butir telur bebek
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
1 ruas jari jahe
garam
gula
2 sendok makan minyak goreng
1/4 cangkir air

Cara membuat :
1.  Wortel iris sebesar korek api, bawang putih dan bawang merah cincang halus, jahe kupas dan geprek.
2.  Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah, masukkan telur, aduk rata, masukkan air, jahe, wortel, tauge, garam dan gula.
3.  Cicipi rasanya dan sempurnakan gula dan garamnya, masak sampai semua bahan matang dan airnya mengering..

* )  Dalam hal penggunaan telur bebek, hal yang perlu diantisipasi adalah telur bebek yang mendapat pakan tertentu seperti bekicot akan memiliki bau amis yang lebih kuat, jika khawatir dengan telur bebek yang berbau amis lebih baik menggunakan telur ayam saja.
**) Untuk mengurangi bau amis telur, masak telur sampai benar - benar matang dan kering.

4.  TUMIS BROKOLI WORTEL DENGAN UDANG

Bahan :
3 kuntum brokoli
1 batang wortel
12 buah udang peci/vanamae ukuran standar
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
1 batang seledri
1 ruas jari jahe
garam
gula 
2 sendok makan minyak
1 cangkir air

Cara membuat :
1.  Brokoli potong - potong kecil (ukuran mudah disuapkan), wortel potong persegi tipis, udang kupas, bawang putih dan bawang merah cincang halus, jahe kupas dan geprek, seledri iris kasar.
2.  Panaskan minyak, masukkan bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan semua bahan lainnya.
3.  Cicipi rasanya dan sempurnakan garam gan gulanya, masak sampai semua bahan matang.

5.  SAYUR KACANG GARUT DENGAN DAGING SAPI


Bahan :
100 gram kacang garut (atau ada juga yang menyebut  kacang endul)
100 gram daging sapi
3 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1 ruas jari jahe
1 butir asam jawa
1 batang serai
1 lembar salam
1 iris lengkuas
seujung sendok teh terasi
garam
gula

Cara membuat :
1.  Bawang merah dan bawang putih diiris halus, jahe kupas dan geprek
1.  Rebus kacang garut hingga empuk, buang airnya.
2.  Rebus daging sapi dengan jahe, garam dan gula sampai matang, potong daging sapi bentuk kotak.
3.  Masukkan semua bahan lain, cicipi rasanya dan sempurnakan rasanya, masak hingga mendidih.

6.  SAYUR ASAM


Bahan :
1/4 buah labu siam besar
4 batang kacang panjang
1 buah jagung
sesendok teh kacang tanah
3 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1 butir asam jawa
1 batang serai
1 lembar salam
1 iris lengkuas
seujung sendok teh terasi
garam
gula

Cara membuat :
1.  Labu siam potong kotak, kacang panjang dipotong 2 cm (ukuran mudah disuapkan), jagung potong 1 cm, bawang merah dan bawang putih iris halus.
2.  Rebus air, masukkan bawang merah, bawang putih, salam, serai, lengkuas, kacang tanah dan jagung, biarkan hingga kacang dan jagung matang, masukkan labu dan kacang panjang, masak hingga setengah matang, masukkan garam, gula dan terasi.
3.  Cicipi rasanya dan sempurnakan garam dan gulanya, masak sampai semua bahan matang dan empuk.

7. SUP SAYURAN DENGAN DAGING SAPI

Bahan :
1 batang wortel
3 batang daun sawi hijau
3 kuntum kembang kol
100 gram daging sapi
3 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1 ruas jari jahe 
2 batang seledri

1.  Wortel dipotong bulat, sawi hijau potong 2 cm, kembang kol dipotong (ukuran semuanya dibuat mudah suap).  Iris tipis bawang putih dan bawang merah, kupas dan geprek jahe, ikat seledri.
2.  Rebus daging sapi, jahe, garam dan gula hingga daging matang, potong kotak.
3.  Masukkan seledri dan wortel hingga setengah matang, masukkan kembang kol dan sawi hijau.
4.  Cicipi rasanya dan sempurnakan garam dan gulanya, masak sampai semua bahan matang.

     Karena putri saya sekolah sampai lebih dari pukul duabelas siang dan mendapat makan siang dengan menu catering yang disediakan sekolah, masakan ini hanya untuk dua kali makan yakni pagi dan sore saja..  Untuk selingan pagi di sekolah biasanya saya bekali dengan snack siap santap dan susu sedang untuk selingan sore di rumah biasanya saya berikan buah dan susu.  
     

Saturday, October 15, 2016

MEMBUAT PUDING COKELAT SEDERHANA DAN MUDAH

Oleh : Resna Natamihardja

      Agar - agar merupakan makanan yang terkenal sebagai makanan kaya serat.  Untuk menyajikan agar - agar supaya tak menjadi makanan membosankan di rumah saya biasanya mengeksplorasi resep agar bisa menyajikan dengan lebih bervariasi.

     Kali ini saya membuat Puding Cokelat.  Puding Cokelat ini bukanlah makanan yang populer saat ini, resepnya sudah dikenal sejak lama dengan berbagai komposisi dan jenis bahan.  Yang saya catat di sini adalah Puding Cokelat dengan resep yang sangat simpel, sederhana dan mudah dipraktekkan siapa saja.

     Dan berikut resep dan cara membuat Puding Cokelat yang saya praktekan kali ini :

Bahan :
1 bungkus agar - agar
150 gram gula pasir
2 sachet susu kental manis cokelat
2 sendok teh penuh maizena
2 sendok teh cokelat bubuk
650 ml air 





Cara membuat :
1.  Campurkan semua bahan, aduk terlebih dahulu hingga rata.
2.  Panaskan hingga adonan meletup - letup.
3.  Basahi cetakan dengan air untuk memudahkan puding keluar dari cetakan.
4.  Tuangkan adonan puding ke dalam cetakan, bekukan.  Setelah beku bisa dimasukkan ke lemari pendingin/chiller.

     Penambahan maizena ke dalam bahan puding bukan saja akan membuat puding menjadi lebih lembut namun juga membuat warna puding lebih merata.  Adanya jenis bahan seperti santan atau susu jika dimasukkan sebagai bahan adonan puding akan membuat sebagian puding berbeda warna, bagian yang lebih putih terkumpul di satu sisi (mengapung di bagian atas puding).

     Puding Cokelat ini bisa dimakan langsung atau bisa disajikan dengan tambahan vla atau susu kental manis agar tampilannya lebih cantik.  Jika akan disajikan dengan vla atau susu kental manis sebagai sausnya maka jumlah gulanya dikurangi menjadi 100 gram, tapi jika tidak mau ribet maka resep di atas rasanya sudah manis (menurut saya hehe...)


Monday, October 3, 2016

MEMBUAT APEM MEKAR KUE TRADISIONAL 'ASLI' TANPA PENGEMBANG

Oleh : Resna Natamihardja

     Kue apem adalah salah satu penganan jajan pasar yang proses pembuatannya melalui proses fermentasi.  Karena kue ini termasuk snack tradisional dan banyak dibuat sebagai snack pada acara hajatan di pedesaan saya yakin zaman dahulu pembuatannya tidak menggunakan pengembang kimia.  Kue apem terkenal juga dengan sebutan kue mangkok.

     Bagi saya sekarang (setelah putri saya dirasa sudah 'aman' mengkonsumsi makanan dengan food additive) membuat makanan tanpa food additive tetap menjadi tantangan mengasyikan.

     Setelah membuka - buka berbagai resep pembuatan kue apem dari berbagai terbitan mulai buku, majalah, koran 'jadoel' sampai yang terkini tak juga menemukan resep tanpa food additive, rata - rata menggunakan penegmbang, jika bukan gist, instant yeast (seperti fermipan) maka akan ada baking powder atau baking soda sebagai gantinya.   

     Saya teringat bahwa saya juga memiliki buku catatan resep yang diantaranya saya dapat dari ibu - ibu tetangga yang jago masak dan family yang sekarang bahkan sudah almarhum.  Saya  buka - buka buku yang sudah mulai bolong - bolong dimakan rayap (saya mulai 'merintis' catatan resep ini sejak SMP, hampir tiga puluh tahun yang lalu).  Dan... ternyata ada resep kue apem yang tidak menggunakan pengembang di sana.  Wah, senangnya, meski saya tidak tahu resep tersebut saya dapat dari mana.

     Langsung saya praktekan resep tersebut dan inilah pengalaman saya sewaktu membuat kue apem :

Bahan :
175 gram tepung beras
125 gram tape singkong yang sudah lembek sepenuhnya
125 gram gula pasir
1/2 gelas (kurang lebih 125 ml) air hangat
1/2 gelas (kurang lebih 125 ml) santan dari 1/4 butir kelapa tua


Cara membuat :
1.  Tepung beras, tape singkong, gula dan air hangat diuleni hingga kalis.
2.  Diamkan semalam untuk fermentasi tahap pertama (saya 15 jam)
3.  Hangatkan santan masukkan dalam adonan hasil fermentasi tahap pertama, diamkan lagi 2 jam untuk fermentasi tahap kedua)
4.  Panaskan kukusan hingga berasap.  Olesi cetakan dengan sedikit minyak.
5.  Kukus dengan api besar hingga matang (saya kurang lebih 20 menit).

Catatan : adonan ini menghasilkan kurang lebih 12 buah apem.

      Untuk menambahkan aroma wangi ke dalam air kukusan bisa ditambahkan beberapa lembar daun pandan.

     Kue tradisional dengan proses fermentasi tanpa pengembang kimia memang membutuhkan waktu lama untuk membuatnya.  Tapi tak terasa berat juga kok, karena selama menunggu adonannya mengembang kita tak perlu melakukan apa - apa selain menunggu.  (bahkan saya fikir selama ke dalam adonan tidak ditambahkan bahan yang cepat basi seperti santan atau telur mentah mendiamkannya lebih lama dalam fermentasi tahap pertama tidak masalah).   

     Meski tanpa pengembang, kue apem ini bisa merekah.  Ada satu hal yang ingin saya ceritakan bahwa pada pengukusan pertama saya mengikuti resep sesuai catatan aslinya yang tidak mengharuskan adanya fermentasi tahap kedua, hasilnya kue apem tidak merekah.  Saya fikir penyebabnya mungkin karena setelah penambahan santan tidak dilakukan fermentasi kembali.  Teringat bahwa dalam pembuatan donat atau roti juga dilakukan dua kali fermentasi maka adonan saya diamkan kembali selama 2 jam sebelum dikukus dan hasilnya alhamdulillah kue apemnya merekah.  Saya rasa siapapun yang memberikan resep ini pada saya dulu resep ini berasal dari resep asli tradisional  turun temurun karena tidak ada bahan kimia dalam komposisi bahannya yang dulu tidak mudah ditemukan di pedesaan.

Wednesday, September 14, 2016

MENDOAN : VARIAN GORENGAN TEMPE PALING POPULER

Oleh : Resna Natamihardja

     Menyambung posting tentang gorengan tempe yang kalah popularitasnya dibanding mendoan yakni cipe.  Kali ini saya ingin memunculkan resep mendoan untuk memperlihatkan perbedaan cipe dengan mendoan.  Beda yang paling jelas terdapat pada penggunaan bumbu aromatik yang lebih kuat.  Adanya kencur yang menjadi ciri khas aroma mendoan selain penggunaan bawang putih yang dominan.  Selain itu bentuk mendoan dengan tempe tipis lebar yang terselimuti adonan tepung, sementara pada cipe tempenya hanya menempati kurang lebih seperempat luas cipe sisanya tepung (sepertinya saya juga sering membuat cipe dengan bentuk yang menyalahi 'aturan' hehe...).


     Resep mendoan ini pertama kali saya dapat dari edisi cetak sebuah tabloid wanita yang terbit bertahun - tahun lalu.  Saya tidak bisa merinci nama tabloid dan tahun terbitnya karena klipping tersebut saya buat tanpa menyertakan data terbitannya.  Saya juga menambahkan bumbu lalin seperti kemiri berdasar informasi dari seorang ibu penjual mendoan.  Ibu ini tentu saja tidak menjelaskan secara rinci rahasia dapurnya tapi hanya menyebutkan jenis bumbu yang dipergunakannya saja dan salah satu yang disebutkannya adalah kemiri yang tidak tercantum dalam resep mendoan di tabloid tersebut. 

     Perpaduan resep dan cara membuat dari tabloid ditambah informasi dari ibu penjual mendoan inilah yang saya gunakan untuk menyajikan mendoan di rumah.  Inilah resep dan cara membuat mendoan yang dibuat di rumah :

Bahan :
100 gram tepung terigu serbaguna
25 gram tepung beras
200 ml air
1 batang daun bawang, iris halus
6 iris tempe tempe, kurang lebih ukuran 5 x 5 x 1/2 cm 
garam (saya gunakan 1/3 sendok teh garam)
gula pasir (saya gunakan seujung sendok teh sebagai pengganti kaldu bubuk/penyedap)
Bumbu halus :  2 siung bawang putih
                       seujung sendok teh ketumbar
                       1 ruas jari kencur
                       2 butir kemiri

Cara  membuat :
 1.  Campurkan bumbu halus dengan semua bahan lain kecuali tempe.  Cicipi rasanya, sempurnakan garam dan gulanya jika dirasa kurang.  
2.  Celupkan tempe ke dalam adonan tepung.
2.   Panaskan minyak,  goreng  sampai tempe dan adonan tepungnya matang tapi tidak sampai kering (saya biasa menggoreng dengan api kecil agar mendoan matang merata).    


     Di resep yang terdapat dalam tabloid menggunakan kaldu bubuk sebagai penyedap tapi dalam pembuatan mendoan di rumah saya jarang membubuhkan penyedap ke dalam adonan pencelupnya.

    Mendoan ini enaknya disajikan hangat - hangat karena semakin lama disajikan sejak diangkat dari penggorengan rasanya akan menjadi 'gaaleun' (hemm...apa ya padanan kata 'gaaleun dalam bahasa Indonesia...pokoknya mengeras begitu deh...)

    Mendoan ini enak dimakan sebagai tambahan menu nasi pecel atau bisa juga untuk sarapan bersama dengan lontong (saya biasanya menyajikan untuk suguhan, cipe atau mendoan dengan buras yakni sejenis lontong yang dibuat dengan bentuk khusus dan pembuatannya menggunakan santan atau parutan kelapa muda).

Saturday, September 10, 2016

BROWNIES KUKUS SIMPEL TANPA EMULSIFIER DAN TANPA PENGEMBANG UNTUK PEMULA

Oleh : Resna Natamihardja

     Setelah tiga kali berupaya membuat bolu kukus mekar tanpa menggunakan bahan kimia belum juga mendapatkan hasil maksimal yang diharapkan, saya akhirnya berubah haluan dan beralih mencari resep cake kukus lain yang kira - kira bisa dibuat tanpa harus menambahkan food additive.  Pilihan saya jatuh pada jenis brownies kukus.

     Di rumah terdapat banyak resep brownies kukus, mulai dari klipingan tabloid jadoel, resep getok tular dari audara sampai buku resep khusus brownies.  Salah satu buku resep brownies yang ada di rumah berjudul 25 Resep kue Paling Diminati Brownies Kukus terbitan Gramedia karya Dapur Alma.

     Dengan berbagai pertimbangan dan perbandingan resep satu dengan lainnya.  Akhirnya saya mengadaptasi resep - resep yang ada dengan mengubah komposisi/takaran bahan dan menihilkan penggunaan emulsifier (TBM/Ovalet/SP) dan pengembang (Baking Powder/Soda).

     Alhamdulillah, saya berhasil membuat brownies kukus tanpa bahan kimia tambahan makanan seperti yang foto dan resepnya ditulis disini.  Ada yang unik dari pembuatan dan penyajian brownies ini,  setelah dingin untuk mencegah semut saya potong - potong brownies lalu dimasukkan wadah kedap udara dan dimasukkan cooler (kulkas).  Ketika dinikmati, rasanya kok sepertinya lebih enak dimakan dingin - dingin.

     Meski seperti yang selalu saya utarakan sebelumnya bahwa menihilkan sama sekali bahan kimia dalam pembuatan makanan mungkin nyaris mustahil mengingat bahan yang digunakan dalam pembuatan cake bukus ini adalah produk hasil industri yang kemungkinan sudah dibubuhi bahan kimia pada waktu produksinya, tapi setidaknya dalam pembuatan produk akhir di rumah tidak lagi ditambahkan bahan kimia (yang food grade sekalipun).

     Dan inilah resep dan cara membuat brownies kukus simpel tanpa penggunaan emulsifier dan pengembang yang saya buat :

Bahan :
5 butir telur ayam
200 gram gula pasir
Diayak hingga tercampur rata : 125 gram tepung terigu protein sedang
                                               25 gram cokelat bubuk
                                               1/2 sendok teh garam
Dipanaskan, angkat lalu aduk hingga leleh : 100 ml minyak sayur
                                                                 100 gram compound milk chocolate

Cara membuat :
1.  Kocok telur dan gula pasir dengan mixer berkecepatan tinggi hingga mengembang, putih, kaku dan berjejak.
2.  Masukkan campuran tepung terigu, cokelat bubuk dan garam, hingga rata dengan mixer kecepatan rendah.
3.  Masukkan campuran minyak sayur dan compound cake dengan spatula.
4.  Panaskan dandang pengukus (bungkus tutup dandang dengan serbet agar air tidak menetes pada bolu/brownies), siapkan loyang ukuran 18 x 18 cm dilapisi kertas roti.  Tuangkan adonan ke dalam loyang.
5.  Kukus hingga matang (dites dengan lidi bersih, jika kue tidak menempel di lidi artinya kue sudah matang).

     Untuk mempercantik penampilan bisa dihias dengan compound chocolate yang dilumerkan dengan cara ditim (tapi tidak saya lakukan hehe...)

     Sebenarnya saya pernah beberapa kali membuat brownies kukus dengan hasil akhir yang lebih moist (lembab) namun bagian bawah browniesnya selalu basah.  Naaah, kali ini browniesnya sama sekali tidak 'becek' seperti yang beberapa kali saya buat sebelumnya.  Dan cara membuatnya yang dibuat lebih praktis mudah dicoba siapa saja bahkan yang masih pemula seperti saya sekalipun. 

Thursday, September 8, 2016

HOMEMADE MIE HIJAU ALAMI DENGAN TOPPING AYAM KECAP

Oleh : Resna Natamihardja

     Exciting karena seteleh melalui serangkaian uji coba akhirnya bisa menemukan 'formula' yang pas untuk menghasilkan mie telur kenyal dan aman dengan cara yang mudah, akhirnya tergerak ingin meng up grade kualitas mie dari kategori 'aman dan sehat' menjadi lebih sehat lagi dengan memasukkan unsur sayur dalam komposisi bahannya.


     Dan untuk itu saya bermaksud membuat mie hijau dengan pewarna dari sayuran sawi hijau.  Tentu saja dengan takaran yang sudah 'pas' selama ini, saya hanya bisa memasukkan dua sendok makan cairan sayuran ke dalam bahan.  Karenanya untuk praktisnya cairan sayuran ini diambil dengan cara ditumbuk dan diperas airnya.

     Saya jadi semakin senang membuat mie sendiri setelah berhasil meng create formula dengan takaran dalam jumlah yang sedikit sehingga memudahkan dalam pembuatan adonan.  Selain itu tanpa prosedur yang ribet bisa dihasilkan mie yang kenyal tanpa tambahan bahan kimia yang food grade sekalipun.  Sesuai komitmen awal ingin menyajikan makanan yang lebih aman untuk keluarga, saya membuat mie tanpa bahan kimia tambahan makanan sehingga dalam resep dan cara membuat mie ini tidak ada pengenyal ditambahkan (baik STP, CMC atau air abu kie sekalipun). 

      Dalam pembuatannya saya menggunakan alat penggiling/pencetak mie manual yang harganya terjangkau.  Saya sudah lama membeli alat pencetak pasta ini, sudah sejak lima belas tahunan yang lalu, tapi jarang sekali dimanfaatkan karena belum punya resep mie yang 'meyakinkan' (resep yang saya temukan dulu terkesan rumit).  Hanya sekali dua kali digunakan untuk membuat adonan snack seperti pisang molen.  Alat ini tidak disarankan untuk dibersihkan dengan cara pencucian, pembersihannya cukup menggunakan kuas untuk menyapu adonan yang menempel.  Saya membersihkan alat ini selain dengan kuas juga dengan serbet kering, biasanya ditunggu hingga sisa adonan yang menempel kering terlebih dahulu untuk memudahkan penyapuan kuas.  Jangan menyimpan alat pencetak dengan sisa adonan yang masih menempel karena akan membuat bagian yang tertempel adonan menjadi berkarat.

     Sekarang alat pencetak pasta ini jadi sering dimanfaatkan karena sudah menemukan formula yang pas dengan cara pembuatan yang sederhana dan mudah.  Setidaknya seminggu sekali alat ini dipergunakan.

     Untuk membuat mie yang 'enak' sebenarnya bisa ditambahkan penyedap dan kaldu bubuk atau menambahkan minyak bekas menggoreng bawang.  Tapi saya tidak menambahkan bahan tersebut karena mie saya masih 'laris' (di rumah hehe...) meski tanpa tambahan penyedap rasa tersebut.  Anak saya bahkan bisa menikmati mie tanpa topping ayam.

     Dan kali ini saya membuat Mie Hijau dengan topping yang menggunakan bumbu berbeda dengan yang pernah diposting sebelumnya.  Dan inilah resep dan cara membuat  Mie Hijau Alami Topping Ayam Kecap yang saya buat :

Resep dan cara membuat Mie Hijau :

Bahan Mie Hijau :
150 gram tepung terigu protein tinggi
50 gram tepung tapioka
2 butir telur ayam
2 sendok makan minyak
2 sendok makan air perasan sawi hijau
1/4 sendok teh garam
Untuk taburan : Tepung terigu protein tinggi

Cara membuat Mie Hijau :
1.  Campurkan semua bahan, aduk hingga kalis.  Diamkan 1 jam, bagi menjadi delapan bagian.
2.  Tipiskan mie menggunakan knob nomor 2, taburi hasil adonan yang telah ditipiskan dengan tepung terigu.
3.  Cetak mie dan taburi kembali dengan tepung terigu protein tinggi.
4.  Jika akan dihidangkan, rebus terlebih dahulu selama kurang lebih 3 menit hingga matang.

Resep dan cara membuat Topping Ayam Kecap :

Bahan :
200 gram fillet ayam, cincang kasar
1 lembar daun salam
1 batang serai
4 sendok makan kecap
2 sendok makan minyak sayur
1 sendok makan minyak wijen
garam (saya gunakan kurang lebih 1/2 sendok teh)
Bumbu halus : 4 butir bawang merah
                      2 siung bawang putih
                      1 ruas jari kunyit tua
                      1 ruas jari jahe
                      1/2 sendok teh merica

Cara membuat Topping Ayam Kecap :
1.  Panaskan minyak, tumis bumbu halus dengan api kecil.
2.  Masukkan ayam, tuang kurang lebih secangkir air.  Masukkan bumbu - bumbu yang lain.
3.  Biarkan hingga air berkurang dan ayam matang.  Angkat.
4.  Bubuhkan di atas mie yang telah direbus saat akan disajikan.

     Warna mienya hanya semburat hijau tipis.  Mungkin karena warna hijau sawinya kurang pekat.  Yah, berarti lain kali jika membuat mie hijau lagi saya harus memilih sawi dengan warna hijau yang tegas.

Friday, September 2, 2016

IKAN GABUS BUMBU KUAH KARE KUNING

Oleh : Resna Natamihardja

     Ikan gabus, inilah bahan makanan 'buruan' saya di Pasar Banjarsari - Ciamis.  Pengalaman yang lalu, saya bisa mendapatkan ikan gabus dengan ukuran lebih dari satu kilo per ekor.  Tapi kali ini stelah beberapa sudut didatangi, tak seekor ikan gabus besar pun saya dapati.  Saya hanya menemukan seorang pedagang yang menjual beberapa ekor ikan gabus dalam ember plastik putih bekas cat.  Ukuran ikan gabusnya pun kecil - kecil.  Saya memilih dua yang besar diantara yang tersedia.   Ternyata dua ekor yang saya pilih berat totalnya hanya setengah kilogram.  Harganya enam puluh ribu untuk satu kilo.

     Ikan gabus di pasar ini biasa disebut ikan deleg.  Berasal dari rawa - rawa di daerah Banjarsari dan sekitarnya (area yang sekarang termasuk wilayah Kabupaten Pangandaran).

     Karena bukan ikan hasil budidaya, supply ikan ini ke pasar tidak konsisten.  Jika musim kemarau tiba supply nya banyak sedangkan di musim penghujan supply ikan gabus menjadi sedikit.

     Awalnya saya hanya berencana menyajikan ikan gabus goreng sebagai lauk.  Namun entah mengapa ketika disajikan ikan gabus goreng tersebut terasa agak alot.  Entah mungkin karena asisten rumah tangga salah teknis sewaktu menggorengnya atau mungkin ikannya sudah tua atau bahkan karena ukurannya kecil sehingga daging ikannya tipis.

     Hari berikutnya ikan goreng tersebut masih teronggok di meja.  Padahal biasanya dengan tekstur garing dan renyah, tidak benyek seperti ikan hasil budidaya yang 'dipaksa' tumbuh besar dalam waktu singkat, ikan gabus goreng menjadi lauk pilihan pertama jika terhidang di meja makan.  Rasa ikan gabus gorengnya lebih mirip rasa ikan asap yang belum disayur.

     Akhirnya saya kembali mebuka buku 'mantra' agar bisa menyulap ikan gabus goreng menjadi makanan layak santap.  Buku karya Ibu Lusiana Wijaya dan S. Rina Tofani terbitan Apollo - Surabaya yang berjudul 1001 masakan lengkap kembali menjadi sumber informasi saya.  Saya memilih bumbu Kare untuk 'menyelamatkan' ikan gabus dari kemubaziran (hehe).  Tentu saja karena jumlah bahan yang akan dibuat lebih sedikit daripada resep yang ditulis di buku tersebut saya mengandaptasikan jumlah dari bahan yang dipergunakan.

     Dan inilah resep dan cara membuat Kare Ikan Gabus yang saya buat :

                                                                                      Bahan :
500 gram Ikan Gabus  (2 ekor, masing - masing dipotong 2) bumbui jahe dan bawang putih, diamkan 2 jam, goreng kering
1 gelas santan (dari 1/4 butir kelapa)
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk
1 batang serai
1 butir asam jawa
garam (saya pakai 1/2 sendok teh peres)
gula (saya pakai 2 sendok teh peres)

Bumbu halus : 2 butir bawang merah
                       2 siung bawang putih
                       1 buah cabai merah
                       2 butir kemiri
                       1 ruas jari kunyit tua
                       1/4 sendok teh ketumbar
                        seujung sendok teh jinten
                       1/4 sendok teh merica

Cara membuat ikan gabus bumbu kuah kare kuning :
1.  Panskan minyak, tumis bumbu halus dengan api kecil hingga harum dan matang.
2.  Masukkan santan hingga mendidih, masukkan garam, gula dan bumbu aromatik lainnya.  Cicipi rasanya, sempurnakan jika dirasa masih kurang pas.
3.  Masukkan ikan gabus, teruskan memasak hingga santan berkurang dan bumbu meresap.

     Setelah dibuat kare ikan gabusnya akhirnya habis.  Saya rasa jika ikan gabusnya dari awal dibuat kare (tanpa melalui proses penggorengan terlebih dahulu) pasti kandungan gizinya akan lebih terjaga dan rasanya lebih enak.  Tapi ya sudahlah next time mungkin bisa dicoba lagi membeli ikan gabus untuk langsung dibuat kare dan seperetinya memang harus dicari ukuran yang besar agar daging ikannnya lebih banyak.

Saturday, August 27, 2016

RESEP MASAKAN KERANG : KIJING BUMBU PESMOL

Oleh : Resna Natamihardja

     Beberapa waktu lalu saya mengunjungi adik yang tinggal di daerah Banjarsari - Ciamis sebelah selatan.  Pagi hari saat pulang kami menyempatkan diri mampir ke pasar Banjarsari, rencananya ingin membeli ikan gabus.  Di pasar ini biasanya terdapat ikan gabus dalam ukuran besar - besar (bisa sampai lebih sekilo seekor).

     Yang unik di pasar ini diantaranya adalah kendati secara geografis berlokasi di Jawa Barat tapi banyak orang berkomunikasi dalam bahasa Jawa Banyumasan terutama para pedagangnya.  Namun saya tak sempat mewawancarai (hehe...) asal usul bapak - bapak dan ibu - ibu yang berkomunikasi dalam bahasa Banyumasan ini.

     Dari perburuan terhadap ikan gabus, saya mendapatkan bahan makanan unik lain yang dijual oleh pedagang di sebelah penjual ikan gabus yakni Kijing (atau ada juga yang menyebutnya Toe).  Kijing adalah sejenis kerang air tawar yang berukuran besar.

     Saya ingat waktu kecil dulu jika 'ngabedahkeun balong' (memanen ikan dari kolam dengan cara mengeringkan airnya ) di Banjarsari, kampung halaman ibu saya salah satu obyek buruan sampingan adalah Kijing ini.  Binatang ini hidup di dalam lumpur.  Sepupu saya yang tinggal di daerah ini bisa mendeteksi keberadaan Kijing ini dengan melihat gerakan lumpur.  Sekali 'ngabedahkeun balong' dulu (saya tidak tahu apakah sekarang masih sama) bisa didapat berkarung - karung Kijing atau Toe ini.

     Kendati saya pernah melihat di salah satu tayangan televisi, Kijing ini juga biasa digunakan sebagai tambahan pakan untuk bebek, tapi karena rasanya yang menurut saya enak dan saya suka, dibeli juga Kijing ini.  Harganya ternyata memang murah, hanya dua puluh ribu rupiah satu kilo, saya membeli setengah kilo.  Kijing/Toe yang dijual di pasar ini sudah dalam keadaan siap masak, sudah dikupas kulitnya.

    Karena tak tahu keamanan bahan makanan ini apalagi untuk anak - anak, saya memutuskan untuk memasaknya dengan bumbu yang agak pedas, maksudnya untuk memudahkan dalam menghalangi anak saya ikut mencicipi makanan ini, karena untungnya dia tidak suka pedas.

    Saya membolak - balik buku 1001 masakan lengkap tulisan Ibu Lusiana Wijaya dan S Rina Tofani terbitan Apollo Surabaya yang pernah saya ceritakan.  Tentu saja di sini tidak sada masakan berbahan dasar King atau Toe.  Setelah membayangkan bagaimana kira - kira jadinya setelah menjadi masakan lengkap, saya memutuskan memasak Kijing menggunakan bumbu 'Pesmol' yang biasa diterapkan untuk ikan.

     Dan inilah resep dan cara membuat Kijing bumbu Pesmol yang sudah saya buat :

                                                                                      Bahan :
250 gram Kijing/Toe/Kerang besar air tawar
4 cabai rawit merah ukuran besar dibelah empat
1 batang serai
1 lembar daun salam
3 kuntum daun kemangi
1 cangkir air
2 sendok makan minyak sayur
garam (saya gunakan 1/2 sendok teh)
gula (saya gunakan 1/2 sendok teh)
1 iris lengkuas

Bumbu pesmol halus : 3 siung bawang putih
                                  3 butir bawang merah
                                  1 butir cabai merah
                                  6 butir kemiri
                                  1 ruas jari kunyit tua
                                  1 ruas jari jahe
                                  seujung sendok teh merica

Cara membuat :
1.  Panaskan minyak sayur, tumis bumbu dengan api kacil hingga matang dan harum, masukkan garam, gula, serai, salam, lengkuas, daun kemangi dan air,biarkan hingga mendidih.
2.  Besarkan apinya dan masukkan kijing, masak hingga airnya meresap habis.  Terakhir masukkan irisan cabai rawit.  Angkat dan sajikan.
 
     Hal yang menjadi catatan dalam memasak Kijing ini adalah Kijing tiak boleh dimasak terlalu lama karena tekstur dagingnya akan terasa alot.

     Kijing atau Toe ini berbeda dengan haremis atau remis, perbedaannya terletak antara lain pada ukuran, warna cangkang dan tempat hidupnya.  ukuran Kijing jauh lebih besar daripada haremis.  Warna cangkang haremeis cenderung dominan berwarna kuning sedangkan Kijing biasanya berwarna cenderung kehitaman.  dan kendati sama - sama hidup di dalam lumpur, haremis lebih banyak terdapat di air yang mengalir sedangkan kijing banyak terdapat di kolam atau rawa.

Friday, August 26, 2016

TELUR BUMBU OPOR

Oleh : Resna Natamihardja

     Salah satu pilihan saya mengatasi suntuk adalah mengunjungi pusat perbelanjaan.  Dan salah satu tempat favorit adalah counter buku atau toko buku yang biasanya ada di pusat perbelanjaan tersebut.  Tak ingat pasti sejak kapan kebiasaan ini bermula, tapi yang saya ingat waktu itu sedang melanjutkan pendidikan di luar kota.

     Kebiasaan ini berlanjut hingga sekarang tapi sekarang tentu saja saya tidak bisa pergi sendiri.  Biasanya saya menghabiskan waktu untuk membaca beberapa halaman buku atau bagian ringkasannya jika kebetulan ada salah satu buku yang plastic wrap nya terbuka.  Tapi dari sekian buku yang dibaca, saya biasanya hanya membeli satu atau dua buah buku saja.  Salahsatu jenis buku yang biasa saya pilih diantaranya adalah buku tentang masakan.

     Naaah, yang ingin saya ceritakan adalah salah satu koleksi yang sering menjadi rujukan saya sewaktu memasak terutama masakan rumahan.  Jika dilihat dari penampilan bukunya, dibanding buku memasak lain buku ini termasuk yang sangat sederhana, diterbitkan oleh sebuah perusahaan penerbitan dari kota Surabaya.  Covernya menggunakan glossy paper yang sangat tipis isinya menggunakan kertas buram.  Isinya tanpa dilengkapi foto sama sekali.

     Saya membeli buku ini sekitar dua puluh tahunan lalu.  Dibandingkan buku - buku memasak lain yang saya beli belakangan, yang penampilanya lebih cantik hingga lebih indah saat dipajang di lemari buku, buku ini berpenampilan sangat sederhana.  Buku ini berisi jauh lebih banyak resep dalam satu buku dibanding buku masak 'cantik', tapi sepertinya semuanya sudah teruji.

     Karena biasanya saya memasak dalam jumlah sedikit, tentu saja akhirnya komposisi bahannya diadaptasikan sesuai masakan yang saya buat.

     Buku ini berisi banyak sekali variasi bumbu masakan.  Judul buku di cover nya adalah 1001 resep masakan lengkap, penulisnya bernama Lusiana Wijaya dan S. Rina Tofani, penerbitnya Apollo Surabaya.  Saya bolak - balik bukunya, tidak dicantumkan tahun berapa terbitnya.  Di halaman pertama tertulis 'paket PKK' tapi tak ada penjelasan rinci apa hubungan buku ini dengan kegiatan ibu - ibu PKK.

     Mungkin itu menjadi tidak penting, lebih baik melihat buku ini bagi ibu rumah tangga yang sedang belajar memasak seperti saya.  Meski awalnya, dengan melihat penampilan luarnya sangat meragukan ternyata buku ini sangat layak dijadikan rujukan.

     Kali ini saya ingin membuat variasi masakan dari telor.  Niatnya ingin dibuat masakan yang tidak pedas agar anak saya bisa ikut makan, saya ingin membuat opor telor.  Di buku ini tidak ada resep opor telur yang ada opor ayam.  Dan karena ingin membuat dalam jumlah yang lebih sedikit, saya mengadaptasikan jumlah bumbu yang digunakan.

     Inilah resep dan cara membuat Opor Telur yang saya gunakan :

Bahan Opor Telur :

6 butir telur ayam, rebus matang, kupas
4 gelas santan sedang (dari 1/2 butir kelapa tua)
1 lembar daun salam
1 batang serai
1/2 lembar daun jeruk
garam (saya gunakan kurang lebih 1 sendok teh peres)
gula pasir (saya gunakan kurang lebih 3 sendok teh)
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus : 4 butir bawang merah
                      2 siung bawang putih
                      3 butir kemiri
                      seujung sendok teh ketumbar
                      seujung sendok teh jinten
                      seujung sendok teh merica
                      1/4 ruas jari lengkuas

Cara membuat :

1.  Panaskan minyak, tumis bumbu halus dengan api kecil hingga matang dan harum.                  
2.  Masukkan santan, salam, serai dan daun jeruk, aduk hingga mendidih .
3.  Masukkan telur, masak terus sambil diaduk aduk hingga bumbu meresap (saya memasak hingga santan tersisa kurang lebih dua pertiganya).  

     Meski dibuat agak kental, alhamdulillah anak saya menyukai opor telur buatan ibunya.  Dia memang suka makanan tradisional bahkan yang mengandung banyak rempah seperti ini asalkan tidak pedas.            

   

Wednesday, August 24, 2016

CIPE : VARIAN LAIN GORENGAN TEMPE

Oleh : Resna Natamihardja

     Sebenarnya sebutan 'mendoan' untuk gorengan tempe yang sengaja tidak dibuat matang penuh sewaktu kecil jarang saya dengar.  Tapi entah mengapa seiring meningkatnya popularitas 'mendoan' sebagai oleh - oleh khas Banyumas (Purwokerto) nama gorengan tempe di daerah Priangan dan sekitarnya diganti dengan sebutan 'mendoan'.

     Banyak rumah makan atau warung nasi yang saya datangi menawarkan 'mendoan' dalam daftar menunya. Rasanya tentu saja berbeda dengan 'mendoan' asli Banyumas yang aromanya khas.  Pencantuman nama makanan dengan nama lain yang identik dengan jenis makanan serupa kemungkinan untuk mempermudah 'penyampaian informasi' pada konsumen, sehingga penjualnya tidak perlu susah payah menjelaskan deskripsi makanan yang dijualnya.

    Padahal ada nama lain untuk makanan jenis ini yang biasa digunakan terutama di pedesaan di Tasikmalaya.  Yakni Cipe, singkatan dari aci dan tempe komponen utama pembuatannya.

     Namun di Tasikmalaya ada juga warung nasi tutug oncom terkenal yang menggunakan istilah Cipe untuk gorengan tempe yang dibuatnya.  Dan penjualnya tak perlu menguraikan jenis produk yang dijualnya karena Cipe nya digoreng di depan pengunjung.  Cipe ini memiliki kelezatan yang berbeda dari mendoan , mendoan lebih kaya bumbu aromatik dengan kekhasan tersendiri.  

     Cipe hangat memang teman yang cocok untuk dimakan bersama dengan nasi tutug oncom atau nasi cikur.  Apalagi dicocolkan pada sambal goang yang memang sudah menjadi menu tambahan standar nasi tutug oncom selain lalap dan sedikit ikan asin.

     Dan kali ini saya menyajikan resep cipe yang biasa saya buat di rumah dengan bahan dan cara membuat sebagai berikut :

Bahan pembuatan cipe :
8 iris tempe ukuran kurang lebih 6 x 6 x 1/2 cm
1 gelas tepung terigu serbaguna atau protein rendah
1 gelas air
1 batang daun bawang diiris  1/2 cm
1/2 sendok teh peres garam (bisa ditambah jika kurang)
1/4 sendok teh gula (saya gunakan sebagai pengganti penyedap/kaldu bubuk)

Bumbu halus : 3 butir bawang merah
                      1 siung bawang putih
                      1/4 sendok teh ketumbar

Cara membuat :
1.  Campurkan semua bahan kecuali tempe dalam satu wadah aduk hingga rata, diamkan kurang lebih 1 jam.
2.  Celupkan tempe ke dalam adonan tepung.
3.  Goreng dalam minyak panas yang banyak sampai matang tapi tidak sampai kering.

     Komposisi tepung yang digunakan bisa disesuaikan dengan keinginan.  Jika menginginkan cipe yang lebih lembut bisa digunakan tepung terigu seluruhnya, tapi bisa juga menggunakan cempuran tepung terigu dan tepung beras dengan perbandingan 1 : 1/2 atau menggunakan tepung terigu, tepung beras dan tepung tapioka dengan perbandingan 1 : 1/2 : 1/2.

     Jadi mengapa harus mengenalkan varian berbeda dari gorengan tempe dengan nama yang sama jika masing - masing meiliki kekhasan yang berbeda.  Mungkin rumah makan di daerah Priangan perlu lebih percaya diri mengenalkan Cipe dalam daftar menunya bisa saja dengan tambahan keterangan Cipe sebagai 'mendoan van Priangan'.

     Untuk melihat perbedaan Cipe dan Mendoan silakan baca : MENDOAN : VARIAN GORENGAN TEMPE PALING POPULER
     

Tuesday, August 23, 2016

'GREEN' GOYOBOD : MINUMAN KHAS PRIANGAN TIMUR

Oleh : Resna Natamihardja

     Tak mudah menemukan penjual minuman goyobod di kota saya saat ini.  Penganan berbahan dasar sagu aren, sirup gula, santan dan es serut ini sekarang sudah jarang yang menjual.  Tak seperti minuman sejenis yakni cendol yang tetap eksis hingga sekarang, popularitas goyobod dari waktu ke waktu justru semakin menurun.  Padahal dulu goyobod adalah minuman populer.

     Saya punya kenangan tentang penjual es goyobod di kampung tempat nenek - kakek dari bapak dia biasa datang dan menandai keberadaannya dengan kliningan (sejenis lonceng).  Goyobodnya biasa dibuat dengan perpaduan warna putih dengan variasi merah.  Goyobod yang belum dipotong (masih utuh) ditempatkan di dalam wadah bernama 'palastrang' yakni wadah berbentuk bulat dengan lapisan enamel.  Cairan gulanya berbahan gula pasir dengan pewarna merah.  Begitu kliningannya berbunyi, kami cucu - cucu berlarian ke arah tempat tukang goyobod mangkal diikuti nenek yang berjalan mengikuti di belakang.

     Terkenang dengan es goyobod merah putih saya ingin membuat goyobod tapi entah mengapa malah ingin membuat yang berbeda dengan goyobod original versi zaman zaman kanak - kanak dulu.

     Saya punya buku memasak 'jadoel' yang didapat saat jalan - jalan ke sebuah counter buku di sebuah swalayan di kota tempat kuliah dulu (di sekitar tahun 1996), buku itu belum pernah dimanfaatkan sampai sekarang.  Judul bukunya Kue - Kue Manasuka penulisnya Sitti Nur Zainuddin terbitan Dian rakyat edisi tahun 1982 (edisi pertamanya bahkan terbit sebelum saya lahir, tahun 1971).  Waktu itu tersedia hanya satu - satunya dan saya juga sedikit heran buku terbitan lama masih terdisplay di antara buku - buku lain yang masih baru.  Di balik halaman covernya tertulis bahwa buku tersebut merupakan buku teks pelengkap pendidikan tingkat SLTA.

   
    Saya cari resep goyobod di buku tersebut ternyata tidak ada.  Alhasil saya memilih resep cendol untuk saya coba.  Pertama kali, saya membuat goyobod sesuai resep standar cendol yang dimuat disana.  Rasanya kurang 'sluurp' menurut saya (susah juga cari padanan kata 'ngageleser' - bahasa sunda dalam bahasa Indonesia hehe...).  Saya ujicoba kedua kali (setengah resep) dengan tambahan air lebih banyak, hasilnya 'sluurp' langsung mengalir di kerongkongan.

     Karena niatnya ingin membuat minuman yang lebih sehat maka tak ada pewarna dibubuhkan di sana tapi menggunakan daun suji dan daun pandan untuk menghasilkan warna hijau.

     Dan inilah resep dan cara membuat minuman goyobod versi saya :

Bahan goyobod :
1/2 gelas tepung sagu aren
Diblender lalu di saring : 3 gelas air
                                     7 lembar daun suji
                                     1 lembar daun pandan buang tulang daunnya
Sirup (saya gunakan sirup gula aren) : gula aren dan air dimasak sampai kental
4 gelas santan (dari 1/4 butir kelapa) dimasak bersama 1/4 sendok teh garam
Es serut

Cara membuat :
1.  Campurkan satu gelas air daun suji dengan tepung sagu aren, aduk hingga larut.
2.  Masak 2 gelas sisa air daun suji hingga mendidih, masukkan larutan tepung sambil terus diaduk.  Teruskan hingga meletup - letup.  
3.  Masukkan goyobod matang ke dalam loyang, biarkan hingga dingin.
4.  Setelah dingin potong - potong goyobod ukuran 1 x 1 cm, masukkan dalam gelas, bubuhi santan, gula merah dan es serut.

     Setelah jadi baru terfikir, sepertinya saya sudah melanggar 'pakem' pembuatan goyobod hehe... karena 'identitas' goyobod harusnya merah dan putih, meski dengan komponen bahan pilihan saya yakin green goyobod jauh lebih sehat.  Tapi difikir - fikir bedanya sama cendol hanya pada bentuknya saja... Yaah, next time saya buat goyobod versi original deh....(belakangan saya dapat informasi di Kota lain ada yang jual goyobod dalam versi es campur yang cukup terkenal).

     Daun suji sekarang sudah jarang digunakan sebagai pewarna karena kurang praktis jika dibandingkan pewarna kimia makanan, padahal disamping fungsinya sebagai pewarna daun suji juga punya banyak khasiat.  Bagi yang belum mengenal seperti apa daun suji silakan baca MANFAAT DAUN SUJI PEWARNA ALAMI YANG KAYA KLOROFIL

Thursday, August 18, 2016

HOMEMADE 'BAKMI DENGAN DAGING ASLI'

Oleh : Resna Natamihardja

     Terinspirasi dari bakmi instan dengan topping daging ayam dan jamur asli yang belakangan 'naik daun' yang kemudian diikuti produk - produk sejenis peniru-nya, terbersit keinginan membuat versi rumahannya.  Rencananya saya akan mengujicoba dengan mengemasnya dalam kemasan satu kali saji, satu bagian mie dan satu bagian ayam dalam satu kemasan untuk disajikan setiap hari untuk minimal tiga hari.

     Resep dan cara membuat topping ayamnya dibuat dengan menduga - duga dari rasa topping ayam dan jamur dalam bakmi yamin instan yang sekarang diikuti produk sejenis dari produsen mi berbeda dengan rasa yang berbeda pula.  Yang tercium kuat disana adalah terutama aroma minyak wijen.  Sedangkan mie nya akan dibuat tetap dengan resep mie tanpa tambahan food additive atau bahan pengenyal kimia hasil industri.  Tapi karena ingin membuat mie yang lebih kenyal, saya mengubah sedikit komposisi tepungnya.

     Dan inilah resep dan cara membuat topping ayam dari bakmi ayam versi rumahan yang saya buat.  Kali ini tanpa jamur karena saya terlewat menuliskan jamur kancing/merang (champignon) dalam list yang dibawa asisten rumah tangga ke pasar.

Bahan Topping Ayam :
200 gram ayam, cincang kasar
1/2 butir bawang bombay ukuran sedang iris sedang
3/4 sendok makan garam
3/4 sendok makan gula
1 sendok teh sus tiram
2 sendok makan minyak wijen
2 sendok makan minyak sayur



Bumbu Halus :            4 siung bawang putih
                                  2 butir bawang merah
                                  seujung sendok teh merica
                                  seujung sendok teh pala


Cara membuat Topping Ayam :
1.  Panaskan minyak sayur, masukkan bumbu halus dan tumis hingga harum.
2.  Masukkan ayam, tambahkan segelas air, masukkan garam, gula, saus tiram dan minyak wijen.
3.  Terakhir masukkan bawang bombay iris hingga layu.

    Topping ayamnya dibuat dengan rasa lebih kuat karena niatnya ingin membuat hamemade mie instant yang praktis, alami dan simpel (mudah untuk disajikan).  Sehingga nantinya cukup dengan meletakkan mie dan topping ayam dalam wadah kaca tahan panas dan dihangatkan dalam microwave atau dikukus, mie ini dalam hitungan menit bisa langsung disajikan.

     Sedang resep dan cara membuat mie nya adalah sebagai berikut :

Bahan Mie Telur Homemade :
150 gram tepung terigu protein tinggi
50 gram tepung tapioka
2 sendok makan minyak sayur
2 sendok makan air
2 butir telur
1/4 sendok teh garam

Cara Membuat Mie Homemade :
1.  Campur semua bahan, uleni hingga kalis.  Diamkan selama satu jam.
2.  Bagi adonan menjadi delapan bagian
3.  Giling mie dengan alat pencetak mie manual dengan menggunakan knob nomor dua.  Taburi hasil gilingan tahap dua ini dengan tepung terigu
4.  Cetak mie dengan alat pencetak.
5.  Siapkan air perebus mie, didihkan air dengan menambahkan minyak.  Setelah mendidih rebus mie selama kurang lebih 3 menit hingga matang.

     Rencana awal, saya akan menyimpan mie matang dan topping ayam dalam freezer untuk ditest setiap hari.  Tapi ternyata saya tidak bisa melanjutkan ujicoba yang direncanakan karena mie nya keburu habis dalam satu hari hehe...

     Resep bakmie yam ini bisa untuk 4 porsi, cara penyajiannya cukup dengan meletakkan mie yang sudah direbus dalam mangkok langsung dibubuhi topping ayam beserta bumbu ayam di atasnya.  Bagi penyuka pedas bisa disajikan dengan saus sambal cabai botolan.

     'Bakmi dengan daging asli' buatan sendiri bebas food additive baik pengenyal maupun pengawet kimia siap dinikmati.

     Untuk yang ingin membuat mie sehat dengan pewarna dari sayuran dengan bumbu topping yang berbeda silakan baca MIE HIJAU ALAMI DENGAN TOPPING AYAM KECAP

Thursday, August 11, 2016

NOSTALGIA CUP BOLU KUKUS DARI KERTAS ROTI

Oleh : Resna Natamihardja

     Sebenarnya minggu ini saya sudah mengujicoba resep bolu kukus mekar, sesuai semangat meminimalisir food additive saya mencoba resep bolu kukus mekar tanpa emulsifier tapi karena hasilnya belum maksimal, resep tersebut tidak bisa saya posting.  Resepnya masih harus diperbaiki.  Nanti jika hasilnya sudah maksimal baru akan saya tayangkan.

     Tapi saya punya cerita lain dari proses pembuatan bolu kukus tersebut (percaya kan bahkan dari sebuah kegagalan sekalipun ada yang bisa dipelajari...hehe)

     Ketika akan membuat bolu kukus, seingat saya masih ada stok cup kertas di rumah.  Ternyata setelah dicek stok kertas tersebut tidak ada, yang ada sisa kertas roti bekas membuat penganan yang lain.  Saya masih ingat, dulu waktu kecil, ibu saya biasa membuat cup kertas untuk bolu kukus dari kertas roti.  Setelah diingat - ingat tentang cara membuat cup kertas untuk bolu kukus ini, alhamdulillah ingatan saya masih cukup baik tentang cup kertas ini.

     Inilah cara membuat cup kertas 'jadul' yang berhasil saya remake :


1.  Lipat kertas roti 8 bagian ke arah panjang dan 6 bagian ke arah lebar.  Hasil lipatan nampak pada gambar sebelah.  Potong potong kertas sesuai lipatan yang telah dibuat, hasilnya adalah 48 buah bujur sangkar.






2.  Kertas roti berbentuk bujur sangkar ini dilipat bentuk segitiga, buka dan lipat bentuk segitiga kembali pada bagian yang berseberangan.








3.  Letakan cetakan di atas kertas roti. Lipat kertas roti pada bagian pola lipatan yang sudah dibuat sebelumnya seperti pada gambar.


















4.  Letakkan cup kertas yang sudah dilipat ke dalam cetakan dengan cara memasukan cup kertas dan pencetak ke dalam sebuah cetakan lain.









5.  Tumpuk cup kertas yang sudah jadi dengan cara dijepit bagian atas dan bawahnya dengan cetakan.







Cup bolu kukus dari kertas roti buatan sendiri siap digunakan.

Sunday, August 7, 2016

PIZZA AYAM SAUS BARBEQUE

Oleh : Resna Natamihardja

     Putri saya sudah mulai masuk Taman Kanak - Kanak tahun ini.  Dia mulai bersosialisasi lebih luas.  Salah satu dampaknya dia pun mulai mengenal makanan lain selain yang dibuat dan dibelikan ibunya.

     Seperti suatu hari tiba - tiba putri saya tiba - tiba berkata, "makanan yang dibawa temen Teteh rasanya lebih enak daripada makanan Teteh yang bibawa dari rumah."

     Saya mengernyitkan kening, "memangnya apa yang dibuat teman Teteh?"

     Dia lalu menyebutkan salah satu merk snack ball yang rasanya sangat gurih.  Snack ini bukan makanan baru, sejak saya kecil pun snack ini sudah sangat dikenal.

     "Kok, bisa tau rasanya enak Teh?"

     Dia tertawa malu, "Kan Teteh dikasih nyicip sama teman.".  Hadeuh....

     Alhasil, saya mencoba kompromi dengan keadaan.  Anak saya sesekali dibekali makanan ringan tersebut tapi dengan wejangan panjang lebar sebelumnya, bahwa makanan tersebut tidak mungkin diberikan setiap hari, hanya sesekali saja.  Untungnya dia masih okey.

     Dan di suatu akhir pekan, tiba - tiba dia mengajak cooking membuat Pizza.

     Sebenarnya dia pernah mencicipi Pizza di sebuah gerai pizza terkenal, Pizza Hut, yang ada di sebuah mall besar yang ada di kota kami.  Selama ini dia tidak pernah meminta repeat.  Kaget juga tiba - tiba dia ngajak bikin pizza bareng - bareng.  Wah, sudah tidak bisa lagi mempertahankan makanan alami untuknya.  Tapi daripada beli pizza sembarangan (karena beli pizza terkenal harganya mahal hehe...), saya terpaksa kompromi dengan keadaan,  saya iya kan ajakan membuat pizzanya.  Jika membuat sendiri, setidaknya diketahui pasti jenis dan kadar bahan yang dimasukkan ke dalam pizza nya.

     Lalu mulailah membuka - buka buku - buku resep yang sudah lama hanya menjadi pajangan lemari.  Pilihan untuk bahan pembuat dough pizza nya jatuh pada komposisi bahan yang terdapat dalam buku terbitan gramedia karya Lily T. Erwin yang berjudul Aneka Pizza Yummy and Tasty sedangkan resep dan cara membuat topping pizza nya saya create sendiri.  Saya membuat pizza yang resep dan cara membuatnya simpel sederhana dan mudah.

     Berikut resep dan cara membuat Pizza ayam Saus Barbeque ala Rumahan yang dibuat bersama dengan koki kecil saya.:

Bahan Dough Pizza :
300 gram tepung terigu protein tinggi
1 sendok teh ragi instan
1 sendok makan margarin (harusnya butter)
1 butir telur ayam
150 ml susu cair hangat (saya pilih jenis susu UHT plain)
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir



Bahan Topping Pizza :
Tumis ayam :
200 gram fillet ayam, potong kotak ukuran 1x1 cm
1 butir bawang bombay ukuran kecil, diiris tipis
4 siung bawang putih, cincang halus
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh gula pasir
4 sendok makan minyak goreng untuk menumis

2 butir tomat ukuran kecil, diiris tipis
6 sendok makan saus barbeque untuk spagheti
80 gram keju cheddar jenis quick melt

Cara membuat dough pizza :
1.  Campurkan semua bahan kecuali susu hangat.
2.  Masukkan susu hangat sedikit demi sedikit hingga kalis.
3.   Diamkan selama 2 jam dalam wadah yang ditutupi serbet basah (di buku nya adonan hanya didiamkan 1 jam)

Cara membuat tumis ayam :
1.  Panaskan minyak, masukkan bawang putih hingga harum.
2.  Masukkan ayam, lalu tuang secangkir air.  Masukkan garam dan gula pasir, masak sampai matang.
3.  Sebelum diangkat masukkan bawang bombay, masak sampai layu.

Cara membuat pizza :
1.  Kempiskan adonan pizza yang telah mengembang, bagi dua sama rata (semua bahan pizza ini untuk 2 buah pizza).  Tipiskan berbentuk bulat dengan diameter kurang lebih 22 cm dalam loyang untuk cookies yang telah diolesi margarin sebelumnya.
2.  Olesi masing - masing dengan 3 sendok makan saus spagheti, letakkan tumis ayam dan tomat di atasnya.  Taburi parutan keju.
3.  Bakar dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya selama kurang lebih 30 menit.

     Mungkin karena saus barbeque yang digunakan sudah mengandung rempah - rempah yang biasa digunakan dalam pembuatan pizza seperti yang ada di gerai terkenal.  Rasa enak dan aroma pizza ini gak kalah dengan salah satu yang dijual disana

     Luar biasa antusiasnya putri saya membuat makanan yang diinginkannya.  Dia mengikuti semua proses, dari mulai meratakan dough, mengoles saus, menata tomat sampai memarut keju.  Jika tidak dilarang, maunya memasukkan pizza mentah ke dalam oven pun dia lakukan sendiri.  Tapi saya hanya mengizinkannya membawa loyang pizza sampai di depan oven.